Cara budidaya bawang merah supaya hasil melimpah

Budidaya bawang merah

Budidaya Bawang merah memang sangat menarik perhatian belakangan ini. Pasalnya bawang merah memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bagaimana tidak bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu yang harus ada di masakan Indonesia.

 

Bawang merah sendiri merupakan tanaman yang berumur pendek atau tanaman semusim. Bawang merah hanya cocok di budidayakan hanya di musim kemarau. Pasalnya bawang merah cenderung tidak tahan dengan lingkungan tanah yang berair. Itulah yang menyebabkan bawang memiliki harga yang tinggi di musim penghujan.

 

Beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum melakukan budidaya bawang merah  sebaiknya kamu menentukan terlebih dahulu lokasi dan system tanam bawang merah.

 

Lokasi penanaman bawang merah harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya bawang merah merupakan tanaman yang berumur pendek. Pilih lokasi terbaik agar budidaya menghasilkan panen yang memuaskan.

Berikut adalah kriteria pemilihan lokasi budidaya menurut Kementrian Pertanian Ri:


    - Daerah yang memiliki ketinggian 0-1000

    - Suhu udara berkisar 25-32 °C

    - Budidaya tidak cocok untuk daerah yang memiliki curah hujan tinggi.

    - PH tanah berkisar 5,6 - 6,5

    - Dekat dengan sumber air

    - Daerah bekas tanaman padi, jagung atau tebu cocok untuk bawang merah.

 

Sistem tanam budidaya bawang merah dapat dilakukan pada lahan terbuka atau juga didalam rumah kasa:

Budidaya lahan terbuka
Budidaya di rumah kasa














Setelah lokasi dan system apa yang akan digunakan pada budidaya bawang merah sudah ditentukan, maka proses budidaya dapat dilakukan. Berikut tahapan budidaya bawang merah.


Cara budidaya bawang merah

1. Pemilihan benih

Pemilihan benih bawang merah sebelum menanam suatu hal yang penting untuk dilakukan. Pemilihan benih yang perlu dilakukan terlebih dulu adalah pemilihan berdasarkan musim. Mengingat bawang merah merupakan tanaman musiman.

Jika musim penghujan disarankan untuk memilih benih bawang jenis berikut: Bankok, filipin, Bima curut, katumi dan sembrani. Jenis bawang berikut lebih disarankan ketika musim penghujan karena jenis tersebut lebih tahan terhadap guyuran hujan.

Jika musim kemarau disarankan untuk memilih benih bawang jenis berikut: Bima curut, sembrani, maja dan katumi. Bawang tersebut memiliki adaptasi yang baik di musim kemarau.

Setelah jenis benih ditentukan, selanjutnya adalah memilih jenis benih yang berkualitas bagus. Berikut adalah ciri-ciri benih bawang yang berkualitas:

  • Umur benih 70-80 hari, namun tergantung jenis bawang.
  • Umur simpan benih 2-4 bulan.
  • Kulit bersih tidak ada luka.
  • Berwarna merah segar.

2. Pengolahan lahan

Pengolahan lahan bawang merah
Pengolahan lahan bawang merah

Untuk lahan budidaya bawang merah yaitu berupa bedengan-bedengan. Buatlah bedengan denga panjang sesuai dengan lahan. Sebaiknya bedengan dibuat mengikuti arah matahari terbit yaitu timur ke barat.

Jarak antara bedengan yaitu 40-50 cm dan kedalaman parit 50-60 cm kemudian lebar bedengan 1,2-1,5 meter. Setelah bedengan jadi, selanjutnya adalah pengukuran pH tanah.

pH tanah yang bagus adalah 5,6 - 6,5. Apabila pH tanah dibawah 5,6 maka lakukanlah pengapuran untuk menyeimbangkan ph tanah. Berikut adalah dosis untuk pengapuran tanah:

  • pH 5,5   = 5,8 ton/ha
  • pH 4,0   = 13,6 ton/ha
  • pH 5,0   = 7,8 ton/ha 
  • pH 4,5.  = 10,7 ton/ha 

Setelah penambahan kapur pada bedengan, kemudian biarkan tanah selama 1 bulan.           

Agar tanah semakin subur tambahkan lah pupuk pada bedengan 7 hari sebelum proses penanaman benih bawang. Pupuk yang dibutuhkan antara lain NPK Mutiara seberat 500 kg/ha, sp 36 seberat 50-100 kg/ha, dan Kcl seberat 30-60 kg/ha. Aduklah tanah pada bedengan beserta pupuk diatas. 

3. Penanaman

Sebelum proses tanam benih, dianjurkan untuk memberi benih bawang merah dengan fungisida. Tujuan fungisida adalah untuk menjegah penyakit layu pada bawang merah. Dengan komposisi 100 gram fungisida tiap 100 kg benih bawang.

Setelah itu biarkan bawang tersebet selama 1-2 hari dalam karung plastik.

Setelah benih dan lahan sudah siap, maka bedengan sudah bisa untuk ditanam benih bawang merah. Buat lah lubang tanam pada bedengan denga jarak 15cm x 20cm ataujuga 20cm x 20 cm. Masukan benih kedalam lubang kemudian timbun benih dengan tanah.

4. Pemeliharan

Pemeliharaan bawang merah

Setelah proses tanam dilakukan selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman bawang agar sampai pada proses panen tidak terkendala hama atau penyakit. Pemeliharan yang baik akan menghasilkan panen yang baik pula. Berikut adalah cara pemeliharaan pada budidaya bawang merah:

a. Penyiraman

Lakukan lah penyiraman pada tanaman bawang merah sesuai dengan umur tanaman.

- Umur 0-5 hari penyiraman pagi dan sore.

- Umur 6-25 hari cukup pada pagi hari saja.

- Umur 26-50 hari penyiraman pagi dan sore.

- Umur 51-60 hari cukup pada siang hari saja.

b. Pemupukan

Ketika bawang merah berumur 10-15 hari setelah tanam lakukanlah pemupukan. Pupuk yang digunakan berupa pupuk urea 180kg tiap hektar dan ZA seberat 400 kg/ha. Dengan menyebar pupuk tersebut pada bedengan-bedengan.

Umur bawang 30-35 hari setelah tanam, lakukan pemupukan lagi berupa pupuk urea 180kg/ha dengan menyebarnya diatas bedengan.

Sebaiknya 2 hari sebelum tanaman bawang diberi pupuk, tanaman tidak disiram terlebih dahulu. Kemudian segera lakukan penyiraman setelah proses pemupukan.

c. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanaman penggangu pada tanaman bawang merah. Penyiangan dapat dilakukan setiap seminggu sekali.

5. Panen

Bawang dengan umur 50 sampai dengan 55 hari sudah dapat dipanen. Ciri-ciri bawang merah siap untuk dipanen adalah daun sudah layu dan berwarna kuning serta bawang sudah terlihat  berwarna merah keungu-unguan.

Bawang yang akan digunakan untuk benih sebaiknya dipanen ketika berumur 60-70 hari.

Proses penjemuran bawang merah
Proses penyimpanan bawang merah


Untuk mendapatkan kulit bawang yang berwarna merah dan berkilau dianjurkan untuk dijemur dibawah sinar matahari selama 7-14 hari dengan membalik bawang setiap 2-3 hari.

Kemudian umbi disimpan pada suhu sekitar 30 -33  °C pada rak-rak bambu atau dengan menggantungkannya agar bawang tidak bertunas.
 
Demikian lah cara budidaya bawang merah. Trimakasih sudah bekunjung ke situs ini. Semoga bermanfaat.




Post a Comment

0 Comments