Cara budidaya Ikan gurame, pemula tapi hasil melimpah


Ikan gurame adalah jenis  ikan air tawar yang sangat di gemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan gurih. Maka banyak sekali permintaan Ikan gurame dipasaran. Permintaan yang tinggi ini membuat ikan gurame memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Itulah alasan kenapa budidaya ikan gurame sangat diminati oleh para pembudidaya ikan. Budidaya ikan gurame cukup mudah dipelihara dan mudah untuk dipasarkan karena memiliki perminataani yang tinggi dipasaran.

Cara budidaya ikan gurame:

Jika budidaya ikan gurame dilakukan dengan baik dan benar ikan gurame akan panen dan menguntungkan. Berikut adalah langkah langkah budidaya ikan gurame:

    1. Persiapan lahan


Carilah tempat yang sekiranya mudah untuk mendapatkan air. Walau pun budidaya ikan gurame tidak harus dilakukan di kolam air deras. Budidaya ikan gurame membutuhkan air tenang, tidak berlumpur dan bersih. Tidak disarankan budidaya jika kandungan airnya sudah tercemar oleh bahan kimia. Bahan kimia yang berbahaya bagi ikan gurame dapat mengakibatkan budidaya akan gagal.
Ikan gurame lebih bagus hidup di dataran rendah yaitu kurang lebih 20-30 mdpl.

    2. Pembuatan kolam

Kolam bisa di buat menggunakan terpal atau pun kolam dinding. Usahakan dasar kolam adalah tanah. 
Berikan kapur di dasar kolam dengan dosis 100-150 gram tiap m2. Tujuan kapur adalah untuk menstabilkan pH air. Ph kolam ikan gurame sebaiknya tidak lebih dari 8.

Pupuk kandang seperti kotoran ayam juga bisa di tambahkan di dasar kolam. Kotoran ayam memiliki kandungan yang bagus untuk menumbuhkan pakan alami. Pakan alami seperti plankton sangat digemari oleh ikan gurame. Komposisi pupuk kandang sekitar 500-1000 gram per m2. Masukan pupuk sewajarnya saja karena pupuk mengandung amoniak yang tidak baik untuk ikan gurame sendiri.

    3. Pemilihan benih



Pilih lah benih ikan yang bagus tidak sakit atau tidak ada jamur di tubuh ikan. Karena jika benih tidak bagus maka akan berpengaruh pada proses pertumbuhan ikan.

Berikut adalah tips memilih benih ikan gurame yang sehat:

 - Mata ikan bersih tidak pucat dan tidak menonjol.

 - Badan ikan keras dan tidak lembek.

 - Sisik ikan memiliki warna yang cerah.

- Ingsang ikan berwarna merah segar.


    4. Pembesaran

Sebaiknya benih ditebar sekitar 5 hari setelah kolam diberi pupuk dan kapur. Tebarlah benih pada sore atau pagi hari ketika suhu udara rendah.

Pakan ikan gurame pun cukup mudah di dapatkan. Kamu bisa memberi pakan daun daunan (organik) atau pun pakan buatan (anorganik). 

Pakan organik seperti daun sente, daun pepaya, daun keladi, daun singkong, daun genjer, kangkung, ubi jalar, timun atau dadap. Sedangkan pakan buatan (anorganik) berupa pelet yang bisa di cari di toko toko terdekat.

Berdasarkan pengalaman budidaya ikan gurame, pertumbuhan ikan gurame lumayan lama. Benih ikan yang berukuran 200 gram jika diberi pakan organik saja membutuhkan waktu 1 tahun untuk tumbuh menjadi 500 gram. Namun jika pakan dicampur antara organik dan anorganik butuh waktu sekitar 5 bulan.
Sebaiknya pemberian pakan dikombinasikan antara organik dan anorganik. Agar pertumbuhan ikan gurame lebih efektif.

Pastikan kualitas air kolam tetep bersih. Jika budidaya menggunakan kolam tanpa aliran air anda harus rajin untuk mengganti air.

Kadar oksigen dalam kolam juga perlu diperhatikan. Kamu bisa menambahkan aerator pada kolam untuk suplai oksigen agar ikan tetap sehat.

    5. Panen

Berat ikan gurame budidaya umumnya adalah sampai 500 gram. Setelah berat sudah    mencapai target. Maka ikan gurame siap untuk di pasarkan dan siap untuk dikonsumsi.

Masa panen merupakan masa paling menyenangkan bagi para pembudidaya. Namun panen tidak akan berhasil jika pembudidaya tidak dapat mengatasi masalah-masalah yang sering menghampiri pada proses budidaya ikan.

Lantas seperti apakah masalah yang sering dihadapai oleh pembudidaya ikan gurame. Berikut ulasannya:

Masalah  budidaya ikan gurame yang sering terjadi:

Ketika anda memutuskan untuk memulai budidaya ikan gurame. Tidak ada salahnya sebelum memulai kamu memperhatikan masalah masalah yang biasa dihadapi oleh pembudidaya ikan gurame.


Jika kamu sudah atau sedang membudidayakan ikan gurame. Dan kamu menjumpai beberapa masalah pada budidaya ikan gurame. Mungkin ulasan berikut ini akan membantu. 

Berikut adalah masalah yang sering dihadapi pada budidaya ikan gurame:


    1. Waktu panen


Berdasarkan pengalaman salah seorang pembudidaya ikan gurame. Ikan gurame ukuran 200 gram jika diberi pakan organik, akan membutuhkan waktu sekitar 1 tahun sampai pada ukuran 500 gram. Namun jika pakan di kombinasikan antara pakan organik seperti daun daunan dengan pakan pabrikan (anorganik) gurame membutuhkan waktu sekitar 4-5 bulan.

    2. Hama

Hama bisa datang kapan saja menyerang ikan gurame kita. Hama seperti ular dan burung adalah yang paling sering memangsa benih ikan gurame kita. Jika kamu tinggal di daerah yang dekat dengan hutan yang masih ada biawak. Biawak juga termasuk hama yang bisa menggangu ikan gurame kita.

Untuk menghindari pemangsa ikan gurame, kamu bisa memasang serumbung atau saringan ikan.

    3. Penyakit

Penyakit ikan gurame bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa saja di sebabkan oleh bakter, virus, cacing, jamur ataupun protozoa. Atau juga bisa disebabkan oleh kondisi air yang kurang baik, seperti air yang tercemar oleh limbah yang mengandung zat beracun.

Bagi pembudidaya harus bisa mengamati ikan mana yang yang sehat atau terkena penyakit. Berikut adalah ciri ciri ikan terjangkit penyakit:

  • Warna ikan pucat dan berlendir.
  • Warna insang ikan pucat.
  • Perut ikan biasanya besar yang tidak wajar.
  • Gerakan ikan tidak lincah.
  • Biasanya mudah ditangkap.

    4. Bau lumpur pada daging ikan

Daging ikan yang bau lumpur tentu akan mempengaruhi penjualan kita. Ikan yang bau lumpur biasanya sering dijumpai pada ikan yang di budidaya pada kolam yang airnya minim dan pembudidaya tidak rajin mengganti air kolam.

Untuk mengatasi bau lumpur pada ikan gurame. Anda bisa melakukan karantina ikan. Yaitu anda harus menyediakan kolam khusus untuk karantina. Setelah ikan dipanen karantinalah kurang lebih selama 7 hari. Selama masa karantina, ikan jangan di beri makanan pabrikan (anorganik). Berilah ikan pakan dedaunan, biasanya daun sente selama masa karantina berakhir. Dengan itu bau lumpur pada ikan biasanya akan hilang.

    5. Gangguan musim

Ketika musim hujan, dimana suhu udara cenderung lebih rendah. Sehingga oksigen didalam kolam akan berkurang. Kurangnya oksigen menyebabkan ikan mudah terjangkit penyakit.

Anda bisa mengatasinya dengan mengatur air masuk dan keluar. Atau anda bisa juga menambahkan aerator kolam.




Post a Comment

0 Comments