Tahapan budidaya jamur tiram untuk pemula

Budidaya jamur tiram

Budidaya jamur tiram sangatlah menguntungkan karena permintaan yang tinggi dipasaran. Pasalnya jamur tiram banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat. Selain rasanya yang lezat jamur tiram juga memiliki gizi yang cukup tinggi. Selain itu di era sekarang ini beragam sekali olahan masakan kekinian dengan bahan utama jamur tiram. 

Menurut pusat penelitian biologi LIPI jamur mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen). Serta 72% lemak jamur termasuk jenis lemak tidak jenuh. Dan masih banyak lagi keuntungan tentunya. 

Sebenarnya jamur tiram biasanya tumbuh pada kayu yang sudah mati, karena jamur mengambil bahan organik yang terdapat pada kayu mati tersebut. Oleh karena itu para pembudidaya biasanya menggunakan serbuk kayu sebagai media tanamnya. Untuk mengetahui lebih lengkap tahapan budidaya jamur tiram mari kita ikuti langkah demi langkah budidaya jamur tiram dibawah ini:


Cara budidaya jamur tiram

1. Pemilihan lokasi

Sebaiknya memilih lokasi budidaya jamur tiram dilakukan dengan tepat. Lokasi yang baik untuk pertumbuhan jamur tiram yaitu ketinggian 600-1200 mdpl, suhu udara 20-30 °C. Selain itu sebaiknya pilihlah lokasi yang memudahkan untuk mendapatkan media tanam.

2. Persiapan media tanam

Media tanam jamur tiram

Media tanam yang bisa kita gunakan untuk budidaya adalah serbuk kayu atau serbuk gergaji. Gunakan lah serbuk kayu yang keras agar media tanam ini tidak cepat habis serta serbuk kayu yang keras memiliki kandungan selulosa yang baik untuk jamur.

Selain serbuk kayu kamu juga perlu menambahkan bahan lain yaitu bekatul dan kapur. Dengan perbandingan Serbuk kayu : bekatul : kapur yaitu 20 : 3 : 1. Sebelum bahan bahan tersebut ayaklah serbuk kayu terlebih dahulu agar serbuk kayu lebih halus. 

Setelah bahan media tanam selesai di campur dengan rata, selanjutnya dengan menyiramkan air ke media tanam. Siram lah secukupnya sekitar 50%, pastikan seluruh media tanam basah. Bila media tanam kita kepal tapi tidak keluar air, maka itu menandakan air sudah cukup.

3. Pemeraman dan Pewadahan

Baglog jamur tiram

Pemeraman adalah menyimpan media tanam semalaman. Pastikan pemeraman dilakukan secara tertutup. Pemeraman sendiri bertujuan agar menguraikan senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dan tentunya dengan bantuan mikrooba.

Setelah media tanam dieram selama satu malam selanjutnya adalah pewadahan. Pewadahan dilakukan dengan memasukan media tanam kedalam plastik kemudian dipadatkan berbentuk silinder. Media tanam yang dibungkus plastik berbentuk silinder inilah yang biasa pembudidaya sebut sebagai baglog. Jika baglog kurang padat maka pertumbuhan jamur akan kurang optimal.


4. Sterilisasi baglog

Tungku sterilisasi jamur tiram

Sterilisasi adalah proses untuk menonaktifkan bakteri, kapang atau khamir yang dapat menghambat pertumbuhan jamur nantinya. Kamu bisa melakukan sterilisasi dengan membungkus baglog kedalam tungku kemudian panaskan tungku mencapai suhu 90 °C. Lakukan ini selama kurang lebih 7-9 jam.

5. Inokulasi atau penanaman

Selanjutnya adalah proses penanaman bibit jamur tiram yang sudah kamu siapkan. Masukan bibit jamur tiram kedalam baglog. Memasukan bibit jamur tiram dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya dengan taburan dan tusukan.

Penanaman dengan taburan yaitu dengan menaburkan bibit jamur tiram kurang lebih 3 sendok makan. Sedangkan metode tusukan bisa kamu lakukan dengan membuat lubang pada baglog.

6. Inkubasi

Setelah bibit ditanam di dalam baglog. Simpanlah baglog pada ruangan dengan suhu tertentu. Bibit jamur dapat tumbuh pada suhu ruangan antara 22-28 °C. Lakukan inkubasi selama 40-60 hari. Media akan berubah berwana putih jika proses inkubasi berhasil. 

7. Penumbuhan

Media tumbuh yang jamur yang sudah putih itu artinya siap untuk dilakukan pembukaan media plastik baglog. 1-2 minggu setelah media dibuka biasanya akan tumbuh jamur jamur. Ketika jamur sudah tumbuh biarkan 2-3 hari atau sampai tercapainya pertumbuhan yang optimal. 

Siram lah baglog baglog tersebut dengan merata. Kamu bisa menggunakan semprotan agar air dapat tersebar secara merata. Tujuan penyiraman adalah agar menjaga kelembaban ruangan.

8. Pemanenan

Proses panen jamur tiram

Jamur tiram sudah dapat dipanen yaitu ketika berukuran sekitar 5-10 cm. Biasanya jamur tiram membutuhkan waktu 30 hari setelah inokulasi untuk mencapai ukuran optimal untuk dipanen. 

Demikian lah langkah demi langkah budidaya jamur tiram. Semoga bisa bemanfaat bagi kamu yang mau memulai untuk budidaya jamur tiram.

Post a Comment

0 Comments