Cara mudah budidaya ikan cupang, lengkap dan praktis

Budidaya Ikan Cupang
Budidaya Ikan Cupang

Yah..siapa yang ngga tau ikan cantik yang satu ini. Ikan yang lagi tren dan di gandrumi oleh semua kalangan, dari yang tua, muda serta dari kalangan anak-anak sekali pun banyak yg menyukainya.

Kali ini kami akan membahas soal budidaya ikan cupang. budidaya ikan cupang bisa di bilang gampang-gampang susah. ikan cupang menjadi primadona bagi semua para pecinta ikan. Ikan kecil ini dikenal akan keindahan warnanya.

Sebagai hewan hias. Tak heran, saat ini banyak sekali orang yang ingin memeliharanya dan tak sedikit dari mereka yang berniat, bahkan sudah membudidayakanya. Bahkan, para pemula pun berbondong-bondong ingin mencoba membudidayakanya.

Dan tak sedikit dari mereka yang ingin membudidaya ikan cupang ini. tapi Sayang,dari  beberapa orang masih belum mengerti,serta tau banyak tentang cara budidaya ikan cupang di rumah. Padahal budidaya ikan cupang bisa dikatakan mudah kalo kita benar-benar niat dan serius menjalankanya. Dan pastinya ngga membutuhkan tempat yang luas dan modal yang besar.

Tak usah lama-lama langsung saja kita ke topik atau pembahasan cara budidaya ikan cumpang

Memilih indukan cupang

Cara budidaya ikan cupang yang pertama ialah memilih indukan ikan cupang yang berkualitas baik. Pemilihan indukan ikan cupang bertujuan agar ikan-ikan yang kita budidayakan nantinya juga memiliki kualitas yang baik pula. Untuk mengetahui cara memilih indukan yang berkualitas, berikut adalah ciri-cirinya:

  • - Telah mencapai umur yang cukup: Jantan 4-8 Bulan, Betina 3-4 Bulan
  • - Memiliki warna yang cerah, tidak pucat
  • - Memiliki ekor dan sirip yang Panjang dan mengembang
  • - Pilihlah ikan yang sehat dan tidak cacat

Setelah mengetahui ciri-ciri indukan yang berkualitas baik, selanjutnya kamu juga harus dapat membedakan antara ikan jantan dan betina. Agar nantinya kamu tidak salah langkah gara-gara salah membedakan mana jantan mana betina. Untuk membedakan jantan dan betina kamu bisa melihatnya dari ciri-ciri berikut ini:

Ciri-ciri ikan cupang jantan yaitu:

  • - Memiliki sirip lebih besar
  • - Memiliki postur tubuh yang lebih besar
  • - Pergerakan sangat lincah agresif
  • - Mempunyai warna yang cerah

Ciri-ciri ikan cupang betina yaitu:

  • - Memiliki sirip pendek
  • - Postur tubuh lebih kecil di banding jantan
  • - Gerakan lamban dan warna agak sedikit kusam

Hal lain yang perlu tau yaitu memastikan indukan betina dan jantan yang sudah memasuki fase matang atau siap kawin. Selain berdasarkan umur indukan ikan, kamu juga dapat mengamati tanda-tanda ikan cupang siap untuk dikawinkan. 

Indukan cupang jantan biasanya memiliki perut besar dan lunak. Serta titik putih diperut jantan atau kelaminnya terlihat lebih menonjol. Sedangkan indukan betina yang siap dipijah akan sering terlihat mengumpulkan busa, busa ini digunakan untuk menempelkan telur-telurnya.

Oke, setelah kamu mendapatkan indukan yang tepat dan memiliki kualitas bagus tentunya, langsung saja kita masuk ke tahap selanjutnya.

Proses pemijahan/perkawinan

    1.  Siapkan tempat pemijahan/perkawinan dengan air yang bersih

Wadah Pemijahan
Contoh wadah pemijahan dengan styrofoam

Gunakan air yang jernih untuk pemijahan/perkawinan antara ikan cupang jantan dan ikan cupang betina. Diamkan air selama semalam sebelum ikan di masukan ke tempat tersebut,di usahakan wadah yang berukuran lumayan besar,kisaran panjang 37 cm X lebar 24 cm X 16 cm.

    2. Siapkan Tanaman air

Tanaman air - Hydrilla Verticalata

Tanaman air nantinya untuk berlindung anakan ikan cupang yang sudah menetas. Contoh tanaman air yang biasa digunakan adalah Hydrilla verticalata. Hydrilla verticalata merupakan jenis tanaman air yang cocok, karena  Hydrilla verticalata tidak menutupi permukaan air, jadi kita masih bisa memantau perkembangan dari anakan ikan cupang tersebut nantinya.

Masukkan tanaman air tersebut kedalam tempat pemijahan/perkawinan tersebut.

    3. Masukan ikan cupang jantan yang siap kawin

Masukan Indukan cupang jantan terlebih dahulu ke wadah pemijahan yang telah kita siapkan. Biarkan lah ikan jantan seharian. Indukan jantan yang siap kawin akan membuat gelembung-gelembung udara diatas air. Tujuan gelembung-gelembung ini nantinya akan digunakan ikan untuk menyimpan telur-telurnya.

Gelembung udara
Indukan jantan akan membuat gelembung udara


Agar indukan jantan membuat gelembung-gelembung, kamu bisa memancing yaitu dengan memasukan indukan betina ke wadah pemijahan namun tetap dipisahkan. Indukan jantan yang melihat indukan betina biasanya akan membuat gelembung-gelembung tersebut.

    4. Masukan indukan betina

Apabila indukan sudah membuat gelembung udara, lanjut tahap memasukan indukan betina. Pemijahan/perkawinan ikan cupang biasanya terjadi kisaran jam 7 sampai jam 10 pagi atau di jam 4 sampai jam 6 sore. 

Karena ikan cupang termasuk jenis ikan yang cukup sensitif jadi usahakan tempat pemijahan pada kondisi yang tenang. Apabila ikan cupang terganggu, ikan biasanya akan stress dan biasanya ikan tidak mau untuk bertelur.

    5. Angkat indukan betina dari tempat pemijahan/perkawinan

Jika indukan betina sudah bertelur segeralah untuk mengambil ikan betina dan membiarkan ikan jantan di tempat pemijahan.

Nantinya Ikan cupang jantan lah yang akan menjaga para telurnya, telur ikan cupang tersebut nantinya akan dipindahkan kedalam gelembung oleh ikan cupang jantan. 

Makanya kita harus sesegera mengangkat ikan cupang betina tersebut dari tempat pemijahan/perkawinanya.Jika tidak dipindakan akan memicu resiko yang besar,bisa-bisa ikan cupang betina akan memakan para telur-telurnya.

    6. Telur menetas dan berikan kutu air (moina atau daphnia)

Dalam waktu sekitar 1-2 hari setelah proses pembuahan telur-telur akan menetas. Indukan jantan akan menjaga burayak (anakan ikan) dan berpuasa selama kurang lebih 3 hari.

Setelah 3 hari itu berilah makanan berupa kutu air untuk indukan dan para burayak. Berilah pakan secukupnya saja. Ikan yang terlalu banyak makan cenderung untuk buang kotoran. Kotoran-kotoran ini dapat mengotori air dalam wadah. Selain itu kotoran juga mengandung amoniak yang berbahaya bagi para burayak. Semakin banyak kotoran ikan semakin tinggilah kandungan amoniak dalam wadah tersebut.

    7. Pemisahan induk dengan burayak

Setelah burayak berumur 2 minggu, pisahkan indukan dan anakan ikan. Indukan jantan bisa untuk kita kawin kan lagi, sedangkan anakan ikan taruhlah anakan-anakan ikan ketempat yang lebih luas.

Berikanlah anakan cupang makanan berupa larva nyamuk atau kutu air. Oh ya jangan lupa kasih makan secukupnya saja agar nantinya tidak terlalu mengotori air di dalam tersebut, jadi kita masih bisa melihat perkembangan anakan.

    8.  Memisahkan jenis kelamin

Setelah 1,5 bulanan di usahakan pisahkan anakan ikan cupang tersebut sesuai jenis kelaminya. Dan tempat kan ikan cupang pada tempat pembesaran.

Pembesaran dan Pemeliharaan

Pada proses pembesaran sebaiknya pemberian makanan sesering mungkin, setidaknya ikan cupang diberi makan 3-4 kali sehari. Lebih dianjurkan pemberian makanan yang sedikit tapi sering dibandingkan banyak tapi jarang diberi makan.

Berilah ikan cupang pakan yang bergizi. Makanan ikan cupang sangat penting karena makanan yang bergizi dapat mempengaruhi keindahan warna ikan cupang tersebut. Kamu bisa memberi pakan berupa kutu air, cacing sutra atau larva nyamuk.

Jangan lupa juga untuk selalu membersihkan air agar ikan cupang tetap sehat. Walaupun ikan cupang termasuk ikan yang kuat pada kondisi air yang minim oksigen. Atau kamu juga bisa menyediakan aerator dan filter air agar air tidak cepat kotor dan ikan pun tetap sehat.

Demikian lah tahapan-tahapan budiaya ikan cupang, selamat mencoba dan sukses selalu..aminnn

Salam seduluran dari kami zonatani.com


Post a Comment

3 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)